Powered By Blogger

Rabu, 04 April 2012

kisah kami untuknya saat dia dewasa

dulu kami hanya anak remaja biasa yg bisa saling tertarik.
 hingga akhirnya kami memutuskan untuk serius menjalani hubungan yg lebih lanjut. diman saat itu adalah saat kami menjalani hari2 bersama , sekolah,bermain,canda tawa, walau kadang di warnai dengan sedikit pertengkaran, maklum lah. kami berdua sama2 anak terakhir yg mempunyai egois yg sama2 tinggi. tapi semua bisa kami lalui.
tiga tahun berlalu sampai akhirnya dia mengandung seorang bayi, buah cinta kami, tentu amarah orang tua kami tak dapat di sembunyikan lagi. siap tidak siap kami pun menikah, saat usia kandungannya berumur tujuh bulan. kami menikah dengan resepsi yg sederhana karena ketidaksiapan dengan waktu. kami memulai kehidupan keluarga dengan mengontrak rumah kecil yg kami anggap istana. sulit ternyata menjalani kehidupan mandiri dan terpisah dari orang tua masing2, saat yg di tunggu pun tiba. lahirlah si kecil yg cantik, dengan tangisannya yg lembut. kami memberinya nama saybia jhuandiecca putri sehari setelah kelahirannya semua berubah, emosi yg meluapluap memicu pertengkaran yg di anatra kami, salah satu dari kami (saya) memutuskan untuk memisahkan diri guna menenangkan diri dari emosi menghemat jarak kerja, mengintrospeksi diri, tapi itu membuat keadaan semakin rumit. sampai akhirnya kami memutuskan untuk benar2 bercerai, tapi kedua orang tua kami sedikit memberikan pencerahan . kami tetap berada dalam ruang yg berbeda, dan saat saya kembali ternyta si kecil telah berubah nama menjadi felisha jhuandiecca putri. dengan alasan arti dari nama. hinnga saat saya menulis cattan ini kami masih terpisah, tanpa mengatahuai solusi dari masalah kami. semoga tuhan memberikan yg terbaik bagi keluarga kecil kami.(budi hari abadi,ricca fitria,felisha jhuandiecca putri)

posting ini saya tulis agar kelak anak kami dewasa dapat membaca post ini dan mengerti bagaimana kisah kami,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar